Kamis, 07 Februari 2008

Innova Diseruduk KA (

Kemarin pagi, sekitar pukul 07.30 sugi,47, warga Jl semeru Kotoa Malang dias lolos dari maut setelah mobil toyota kijang innova N 2005 BR yang di kemudikannya diseruduk Kereta Api (KA) Penataran di jalan Kolonel Sugiono (bawah falyover) dari arah belakang. Body belakang sebelah kanan ringsek tak berbentuk setelah diseruduk kereta api yang melaju dari arah utar ke selatan.

Saksi mata mengatakan, kecelakaan itu terjadi persis ditengah-tengah perempatan antara Jl. Kolonel Sugiono dengan Jl. Kebalen dan Jl. Kebalen, Seorang tukang becak yang melihat kejadian langsung mengatakan kecelakaan terjadi karena kijang menerobos palang pintu yang sudah ditutp. "Kijang melaju dari arah timur (Jl. Kebalen) hendak ke barat (Jl. Comboran) dengan kecepatan sedang.

Tahu kijang terus melaju, sejumlah pengguna jalan yang berhenti mencoba mengingatkan Sugi, termasuk yang dilakukan Irfan, 33, pengguna sepeda motor yamaha Vega N 3610 BJ.

Ketika pengemudi di teriaki berulang kali dia tidak mendengar jika ada kereta api yang bakal menabrak mobilnya, kata Gianto. Kelihatanya dia melamun. Dan tabrakan pun tidak bisa di hindarkan lagi. Bodi bagian belakang sebelah kanan mobilnya di seruduk Loko bernomor CC20108, dan akibatnya mobil harus terlemparbebrapa meter, kerena terlempar maka mobil itu menimpa Irfan yang sedang berada di dekatnya. Ifanpun terjatuh dan terluka di bagian kedua tangannya, sementara pengemudi kijang selamat.

Msisinis sempat manghentikan laju kereta sejenak untuk melihat adakah korban jiwa. Karena tidak ada korban jiwa, masinis kembali melanjutkan perjalanan ke arah Blitar dan berhenti sejenak di Stasiun Kota Lama.

Jumat, 01 Februari 2008

KA Pengangkut semen (Gresik)


KA dengan muatan seberat 360 ton semen menabrak truk trailer bernomor polisi L 9806 DU yang bermuatan kayu lapis pada hari sabtu (19-01-2008) di desa karangturi, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur.

Peristiwa terjadi pada pukul 09.30 saat kereta dengan lokomotif bernomor BB 30142 yang menarik 12 gerbong itu meluncur dari stasiun Indro Gresik menuju stasiun Sidotopo, Surabaya.
Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Masinis kereta, S. Hartono, dan awak kereta, yaitu Misnan dan Sutikno, sempat menjalani perawatan di Puskesmas Indro, sebelum diperbolehkan pulang. Adapun sopir truk trailer, Rakindi dan kernet truk trailer, Agus Nurharyanto (22), luka parah di kening. Keduanya menjalani perawatan intensif di rumah sakit Gresik.
Kepala Satuan Lalulintas Kepolisian Resor gresik Ajun Komisaris Harna mengatakan , penyebab utama tabrakan karena tidak palang pintu di perlintasan kereta di Jalan Kapten Darmo Sugondo itu.
"Sopir truk, Rikinda juga kurang hati-hati dan tetap menerobos ketika ada kereta lewat." kata Harna.
Menurut penuturan Rikinda dan Agus kepada penyidik, mereka tidak melihat kereta lewat, karena pandangan disekitar perlintasan terhalang tembok bangunan. Mereka baru menyadari ada kereta lewat saat truk sudah berada ditengah rel. saat itupun tiba-tiba mesin kendaraan mati.
Pemimpin Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Indro, mengatakan , sopir truk sebenarnya tahu ada kereta api, tetapi tetap nekat lewat. Truk trailer yang memuat kayu lapis itu milik PT Dama Inti Nusantara di Gresik.
Sejumlah saksi mata, termasuk Supriadin (50), Warga Karangturi yang berada sekitar 25 meter dari lokasi kejadian, menyebutkan, truk melintas dari arah selatan pada posisi perlintasan agak menanjak, Saat melintas ditengah rel, mesin truk tiba-tiba mati, Pada saat itulah kereta meluncur dari arah timur sehingga tabrakan tak terhindarkan.
Hingga sabtu sore, truk yang hancur belum di evakuasi dari lokasi kejadian, Truk yang rusak parah masih dalam posisi terbalik dengan semua roda berada di atas. Muatan kayupun masih berserakan dilokasi itu. Adapun lokomotif masih melintang diatas rel.
Kepala stasiun Indro, Suparlan, mengatakan, evakuasi kereta menunggu peralatan dari Solo, Jawa Tengah.

Rabu, 30 Januari 2008

KA Sri Tanjung Anjlok (Lumajang)

Gerbong kereta api (KA) Sri Tanjung jurusan Jogjakarta - Banyuwangi kemarin (23-01-2008) sekitar pukul 18.00 malam anjlok di Dususn Krajan, Desa Gedangmas, Randuagung, Lumajang, akibatnya, seluruh perjalan KA dijalur itu terhambat.
Menurut Humas PT kereta api indonesia (KAI) Daop IX Jember Haryanto, perjalanan KA Cantik Ekspres dan Logawa tertunda beberapa jam. KA dengan empat gerbong yangberisi 133 penumpang terpaksa diparkir distasiun Randuagung. KA Logawa dengan 5 gerbong berisi 35 penumpang diparkir di stasiun Klakah.
Penumpang kedua kereta tersebut, kata dia, langsung diangkut dengan bus ke Jember. Disamping itu keberangkatan kereta api Mutiara Timur jurusan Banyuwangi- surabaya juga tertunda hingga pukul 02.00. "Padahal , biasanya berangkat pukul 01.00.
Saat peristiwa itu terjadi, belasan petugas sibuk membongkar pasang bantalan yang terbuat dari kayu. Sekitar 288 bantalan malam itu diganti dengan bantalan kayu yang layak."Kalau dihitung panjangnya sekitar 150 meter".
Namun, Haryanto belum bisa merinci jumlah kerugian akibat musibah tersebut. " Kami akan meminta keterangan dari pegawai lapangan" .
KA Sritanjung yang di masinisi Totok Pujiyanto dengan pembantu masinis Wahid tersebut anjlok di kilometer 147 + 4/7, antara Randuagung- Jatiroto, diantara enam gerbong hanya satu yang keluar dari rel.
KA yang membawa 571 penumpang itu terseret ke arah kanan rel hingga sejauh 500 meter baru berhenti. Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, hanya beberapa penumpang yang mengalami lecet.
Menurut seoarang penumpang yag berasal dari Kediri , dirinya tidak merasakan ketika kereta keluar dari rel. Wanita yng sedang hamil itu hanya melihat para pedagang asongan berlari sambil berteriak'"mundur - mundur".
Kontan membuat penumpang yang lain panik. Saat itu menurut dia kereta malaju dengan kecepatan tinggi, diperkirakan 60 kilometer per jam.
kemudian, terdengar suar keras yang diikututi suara gesekan , dalam sekejap, gerbong miring ke kana . Saat kereta berhenti, para penumpang bereebut keluar dari kereta.
Suara teriakan dan tangisan dari para penumpang yang berdesakan hendak keluar dari pintu gerbong. Karena kereta berhenti di daerah yang terlindungi tebing tinggi di kanan dan kiri, penumpang kesulitan mencari jalan ke arah perumahan . Baru setengah jam kemudian, penumpang menemukan jalan dan langsung berduyun - duyun mengevakauasi keluarga dan barang bawaan.
Sekitar pukul 20.00, aparat kepolisian dan petugas PT KAI dari Daop IX Jember mulai berdatangan untuk mengangkat kereta yang anjlok itu. Sebagian membongkar bantalan, baik yang terbuat dari kayu, beton, maupun baja, yang rusak terhantam roda yang keluar rel.